Catatan Pengembara

Kasih Sayang Untuk Keluarga Bagian 2

0
Posted in Parenting By Poselver ada

Itulah mengapa, Papa menjadi sosok penting dalam mewujudkan “True Love”. Papa yang peduli, perhatian, dan menjaga komunikasi, cenderung menjadikan anak berkembang lebih mandiri, kuat, dan memiliki pengendalian emosi yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak memiliki Papa seperti itu. Prof. dr. Bruce Ro-binson, PhD, melakukan penelitian mengenai ­ figur ayah terhadap anaknya di Australia semenjak awal 90-an. Dari penelitian tersebut Bruce menemukan hubungan yang jelas antara peran ayah dan apa yang kemudian terjadi pada seorang anak ketika dia tumbuh dewasa. Setelah hampir 20 tahun, penelitian ini membuahkan hasil yang cukup mengejutkan.

Ternyata, ­ figur ayah berperan sangat penting dalam memengaruhi perkembangan mental dan stabilitas emosi anak. Hubungan yang berkualitas antara ayah dan anak, mampu mengurangi risiko seorang anak terpengaruh obatobatan terlarang sampai 50%, mengurangi hingga 90% kecenderungan seorang anak untuk terlibat dalam tindak kriminal, serta terbukti berpengaruh menurunkan kadar depresi dalam diri seseorang. Bagaimana jika ayah tidak menjadi sosok panutan? Maka diperlukan sosok pengganti, bisa eyang kakung, paman/pakde, atau tokoh lainnya. Peran ayah pun bisa dirangkap oleh Mama.

Jika demikian adanya, Mama akan berperan sentral untuk bisa “melatih” memunculkan cinta sejati tersebut. Susah, tentu, apalagi kendala utama single parent adalah waktu. Sebab single parent juga dituntut mencari nafkah yang membuatnya menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor dibanding bersama anak-anak. Padahal kita tahu, untuk tumbuh suburnya cinta sejati pada awalnya diperlukan pertemuan yang intens, pertemuan ­ sik, dan berkomunikasi yang terusmenerus sampai diperoleh ikatan batin yang kuat dan kedekatan emosional yang erat.

PENTINGNYA KERJA SAMA

Sebenarnya peran Mama dalam menumbuhsuburkan “True Love” dalam keluarga itu penting dan sama pentingnya dengan Papa. Kenapa? Karena menumbuhkan cinta sejati dalam keluarga sangat memerlukan kerja sama Papa Mama. Penanaman nilai-nilai, norma, pengasuhan dan sebagainya dilakukan oleh Mama, karena Papa yang mencari nafkah. Selain itu, peran Mama penting dalam mendirikan pendidikan pada anak-anaknya supaya “True Love” bisa tertanam kuat dan kokoh dalam napas seluruh anggota keluarga.

Pendidikan (asah-asih-asuh) berlandaskan kasih sayang dengan ekspresi tepat, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai (mana yang boleh dan tidak, mana yang hak dan tidak, mana yang wajib dan tidak, menghargai orang lain, mendahulungan kepentingan orang banyak, berbagi, berkerja sama) jelas memerlukan contoh konkret dari orangtua. Jadi, pendidikan yang perlu ditegakkan dalam hal ini bukanlah mendidik secara teori, melainkan pendidikan dengan cara memberikan contoh. Inilah yang terbaik, apalagi kita tahu bahwa anak adalah peniru ulung. Semua yang kita terapkan, lakukan, dan contohkan itu kemungkinan berhasil atau tidaknya berpulang pada bagaimana Papa Mama menganggap hal tersebut perlu atau tidak.

Untuk anak yang akan melanjutkan di perguruan tinggi sebaiknya berikan ia pembelajaran di lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri. Sehingga ia bisa lolos tes masuk di universitas luar negeri ternama.

Leave a Reply