Catatan Pengembara

Tantrum Perlu Diatasi Bagian 2

0
Posted in Parenting By Poselver ada

BANGUN KOMUNIKASI

Penangangan tantrum bisa dimulai dengan usaha kita untuk mengenal lebih baik sifat dan karakter anak. Pendekatan ini bisa membuat si kecil merasa diterima. KIta pun makin memahami keinginannya walau komunikasi batita masih terbatas. Mengevaluasi kembali kebutuhan anak yang tidak terpenuhi, kemudian membangun pola komunikasi yang lebih baik, juga amat disarankan. Fokus penanganan tantrum akan lebih efektif dengan meminimalisasi faktor-faktor penyebab sehingga diharapkan frekuensinya secara otomatis berkurang. Beberapa hal yang dapat meminimalisasi penyebab tantrum, antara lain:

1. Usahakan kita selalu mengetahui apa yang dibutuhkan anak. Contoh, sebelum bepergian, apalagi untuk perjalanan panjang, siapkan makanan/kue kecil agar anak tidak kelaparan. Ingat, tantrum terjadi lantaran batita masih sulit mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata. Untuk itulah observasi orangtua dalam mengenal faktorfaktor yang bisa memicu munculnya tantrum amat dibutuhkan.

2. Kebutuhan buah hati tidak hanya sebatas materi, namun juga perhatian dan kasih sayang. Jadilah teman mengobrol yang menyenangkan untuk si batita. Obrolan ini dapat membuat kita makin memahami anak; halhal apa yang membuat anak kecewa, sedih, dan marah. Dari sini kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung anak.

3. Ciptakan rutinitas, seperti bangun pagi, sarapan, mandi, bermain, tidur siang, dan lain-lain. Belajar mengikuti rutinitas juga berati belajar mengontrol diri serta belajar mengenai keterbatasan.

4. Berikan pujian ketika anak menujukkan perilaku baik. Dari reward yang didapat, anak akan menangkap pesan apa sih yang dimaksud dengan perilaku baik itu. Pujian juga akan membuat anak merasa dihargai dan disayang sehingga perilaku yang diharapkan semakin menetap padanya.

5. Hindari situasi yang dapat memicu tantrum. Kalau anak tidak dapat mengontrol keinginannya setiap melihat cokelat, hindari lorong-lorong belanjaan yang berisikan makanan manis itu.

6. Ajari anak mengambil keputusan dan hormati keputusannya. Contoh, biarkan ia memilih baju yang akan dikenakan. Beri pujian atas pilihannya itu.

7. Jangan mengabulkan permintaan anak hanya demi menghindari tantrum. Ketika Mama Papa menyerah, anak belajar untuk menggunakan perilaku tantrum itu untuk mendapatkan sesuatu.

8. Ajarkan disiplin terhadap apa yang boleh dan yang tidak. Dengan begitu, si kecil belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa terpenuhi, entah karena ditolak atau belajar menunda keinginan. Setiap anak adalah unik. Demikian pula saat kita harus menghadapi tantrumnya. Patokan yang nakita berikan tidak baku, Mama Papa dapat mencoba mana yang lebih cocok berdasarkan intuisi. Trial and error terkadang diperlukan untuk menemukan celah yang pas untuk menghadapi tantrum buah hati. Apa pun caranya, yang penting lakukan dengan sabar dan tentu hindari perilaku kasar dan menyakiti anak. Pada kasuskasus tantrum yang sudah tidak dapat diatasi olegh orangtua, terkadang membutuhkan penanganan secara profesional (berkonsultasi dengan dokter anak atau psikologi anak).

Simak juga portal gaya hidup sehat untuk tips dan informasi hidup yang lebih sehat.

Leave a Reply