Catatan Pengembara

Doa Setelah Hujan Turun Menurut Islam

0
Posted in Agama By Poselver ada

Memasuki musim hujan, pasti bagi kaum muda yang terkena romantisme disebut musim abu-abu.

Karena sebuah penelitian sebenarnya mengatakan bahwa hujan dapat memiliki efek yang mengkhawatirkan pada seseorang tergantung pada apa yang mereka alami ketika hujan.

Bisa jadi tetesan air hujan mengingatkan orang yang dicintai dari orang yang dicintai dan mereka sudah mati, atau bisa juga mimpi yang belum ditransmisikan dimasukkan kembali ketika hujan.

Hujan dalam Islam

Dikitip dari waheedbaly.com Islam sebagai salah satu dari sekian banyak agama yang memberikan pengetahuan tentang kehidupan, yang juga termasuk dalam alam.
Sejauh doa ketika hujan, rasanya petir, ada angin kencang, dan sebagainya tercantum dalam Alquran dan Hadits.

Panduan yang lengkap bagi manusia yang ingin mencapai kesenangannya, sehingga bagaimanapun umat Islam diharapkan untuk berdoa dan meminta perlindungan dari Allah SWT.

Ngomong-ngomong soal hujan, tahukah Anda bahwa Allah mengirim hujan seperti kasihan padahal itu diperlukan untuk semua makhluk?

Allah berfirman:

“Dan Dia yang turun hujan setelah dia putus asa dan menyebarkan rahmatnya. Dan dia adalah pelindung yang paling dan paling dipuji.”

(Surat ash-Shuura: 28)

Yang dimaksud dengan rahmat di sini adalah Rain. Hujan adalah air yang dikirim dari surga dan penuh berkah. Allah berfirman:

“Dan kami mengirimkan air yang diberkati turun dari langit dan kemudian kami menumbuhkan pohon dan benih tanaman yang ditanam dengan air.”

(Qur’an, 9: 9)

Yang dimaksud dengan berkah di sini adalah jumlah kebaikan. Di antara berkah dan manfaat hujan adalah manusia, hewan, dan tumbuhan yang benar-benar membutuhkannya untuk bertahan hidup.

Seperti yang dikatakan Allah:

“Dan dari air kita membuat semuanya hidup. Lalu mengapa mereka tidak percaya juga?”

(Surat al-Anbiya: 30)

Berdoa setelah turun hujan

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam hari.
Tatkala pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu berkata,

“Apakah kalian tahu apa yang telah dijelaskan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman untukKu dan ada yang kafir. Siapa pun yang mengatakan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’, maka dialah yang beriman menerimaaku dan kufur terhadap bintang-bintang.

Sementara yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami beri tanda hujan karena bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur mendapataku dan beriman pada bintang-bintang. ”(HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).

Nah, bagaimana sedikit tentang bagaimana adab dan amalan kompilasi turun. Bukan hanya memanjangkan doa hujan deras, tidur santai dan berdiam diri di rumah.

Karena ada banyak hal yang menjadi sunnah, Rasulullah mengompilasi hujan tiba, mengambil pada saat kita kembali sebagai umat manusia untuk mengingat kembali rahmat dan rahmat Allah SWT dengan memperbanyak amal menguntungkan.

Sumber : https://waheedbaly.com/doa-hujan-reda/

Leave a Reply